Ciri-Ciri Perbedaan Kartun dan Anime

By | February 2, 2024

Puspresnas – Anime dan kartun sering disalahartikan sebagai hal yang sama. Meskipun kalian mengenalinya dengan ciri-ciri yang serupa, te sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan. Ketika melihatnya dengan cermat, kalian akan menemukan bahwa anime dan kartun memiliki karakteristik unik masing-masing. Berikut adalah beberapa ciri-ciri perbedaan gambar anime dan kartun:

1. Asal Usul Kartun dan Anime

Kartun: Di Amerika Serikat, Walt Disney menjadi pelopor animasi dengan karakter ikonik seperti Mickey Mouse. Pada tahun 1928, “Steamboat Willie” menjadi film animasi bersuara pertama, menandai era baru dalam animasi. Kartun Amerika berkembang dengan berbagai genre, dari komedi slapstick hingga animasi petualangan.

Anime: Animasi khas Jepang, pertama kali muncul di awal abad ke-20. Pada tahun 1917, Oten Shimokawa merilis animasi pendek “Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki”, yang dianggap sebagai anime pertama. Awalnya, anime banyak terinspirasi dari animasi Barat. Namun, seiring waktu, gaya dan ciri khasnya mulai terbentuk.

2. Gaya Gambar Kartun dan Anime

Kartun: Umumnya memiliki karakteristik fisik yang lebih sederhana dan tidak proporsional. Penggambaran tubuh dan wajah seringkali dilebih-lebihkan untuk efek komedi atau visual yang menarik.

Anime: Umumnya memiliki karakteristik fisik yang lebih realistis, seperti mata besar, rambut berwarna-warni, dan proporsi tubuh yang ideal. Detail wajah seperti hidung, mulut, dan telinga digambarkan dengan lebih halus.

3. Cerita Kartun dan Anime

Kartun: Umumnya memiliki cerita yang lebih ringan dan humoris, dengan fokus pada hiburan dan komedi. Contohnya, kartun “SpongeBob SquarePants” yang menceritakan kehidupan lucu di bawah laut, atau kartun “Tom & Jerry” yang menampilkan kejar-kejaran antara kucing dan tikus.

Anime: Umumnya memiliki cerita yang lebih kompleks dan beragam, dengan tema yang lebih luas, seperti fantasi, aksi, drama, dan romansa. Contohnya, anime “Attack on Titan” yang mengangkat tema peperangan melawan raksasa, atau anime “Death Note” yang membahas tentang moralitas dan keadilan.

4. Genre Kartun dan Anime

Kartun: animasi Barat yang umumnya ditujukan untuk anak-anak, dengan fokus pada humor dan cerita ringan. Genre kartun yang populer antara lain:

  • Comedy
  • Adventure
  • FantasyAirbender
  • Educational

Anime: animasi khas Jepang yang tak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat tema kompleks dan sarat makna. Genre anime terbilang beragam, mulai dari:

  • Action
  • Adventure
  • Romance
  • Comedy
  • Slice of Life

5. Musik Kartun dan Anime

Kartun: Musik kartun umumnya lebih sederhana dan repetitif, dengan fokus pada melodi yang mudah diingat dan lirik yang lucu. Genre yang sering digunakan adalah pop, rock, dan country.

Anime: Musik anime memiliki variasi genre yang luas, mulai dari pop, rock, J-pop, hingga musik klasik. Gaya musiknya pun beragam, dengan beberapa anime menggunakan musik orkestra yang megah, dan yang lain menggunakan musik elektronik yang modern.

6. Penggemar Kartun dan Anime

Kartun: Penggemar kartun umumnya lebih santai dan tidak terikat dengan komunitas tertentu. Keterlibatan komunitasnya lebih beragam, tergantung pada jenis kartun yang disukai. Beberapa terlibat aktif dalam komunitas online, sementara yang lain lebih pasif.

Anime: Penggemar anime, atau otaku, memiliki komunitas yang kuat dan passionate. Penggemar Anime juga sangat aktif dalam komunitas online dan offline, menghadiri konvensi anime, cosplay, dan diskusi forum. Mereka passionate dalam berbagi pengetahuan dan kecintaan mereka terhadap anime.

7. Pengaruh Budaya Kartun dan Anime

Kartun: Umumnya menampilkan budaya Barat, seperti gaya hidup, makanan, dan pakaian. Nilai-nilai yang dipromosikan kartun umumnya universal, seperti persahabatan, keberanian, dan kebaikan.

Anime: Sering kali menampilkan budaya Jepang, seperti tradisi, makanan, dan pakaian. Anime juga dapat mempromosikan nilai-nilai Jepang seperti kerja keras, kehormatan, dan kesetiaan.

Kesimpulan:

Meskipun anime dan kartun memiliki beberapa kesamaan, keduanya adalah bentuk seni yang berbeda dengan ciri khasnya masing-masing. Memahami perbedaan ini dapat membantu Anda menemukan jenis animasi yang paling Anda sukai.

Perlu diingat bahwa beberapa anime dan kartun mungkin memiliki ciri-ciri yang tidak sesuai dengan kategori yang disebutkan di atas. Hal ini karena anime dan kartun adalah bentuk seni yang terus berkembang dan bereksperimen dengan berbagai gaya dan genre.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *